Website Resmi Puskesmas Singosari Kota Pematangsiantar



Berita

Tim Puskesmas Singosari Intensifkan Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil Ramadhan 1447 H

Admin 24 Feb 2026, 17:36:42 WIB
Tim Puskesmas Singosari Intensifkan Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil Ramadhan 1447 H

Pematangsiantar, 24 Februari 2026 – Dalam rangka menjamin keamanan pangan olahan siap saji selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Puskesmas Singosari melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan takjil di wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pembinaan & pengawasan pangan selama Ramadhan.

Penyediaan pangan olahan siap saji menjelang waktu berbuka puasa atau yang dikenal dengan istilah takjil memerlukan perhatian khusus. Peran pemerintah melalui dinas kesehatan dan puskesmas menjadi sangat penting untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi serta terhindar dari risiko cemaran dan keracunan pangan.

Sebagai tindak lanjut dari edaran tersebut, Puskesmas Singosari melakukan  pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji di wilayah kerjanya. Kegiatan ini mencakup inspeksi langsung ke lokasi penjualan takjil, edukasi kepada pedagang, serta pemantauan kebersihan lingkungan sekitar tempat berjualan.

Kepala Puskesmas Singosari, dr Rina Febrina Tarigan menyampaikan bahwa pengawasan rutin ini bertujuan untuk mencegah kejadian keracunan pangan selama Ramadhan serta meningkatkan kesadaran pedagang akan pentingnya higiene dan sanitasi pangan.

Dalam kegiatan edukasi, petugas kesehatan promosi kesehatan Yuta Nasution dan Utiya Mahfudzhah memberikan sejumlah imbauan kepada pedagang takjil dan penjamah pangan, antara lain:

  • Memastikan lokasi penjualan dalam kondisi bersih, teratur, dan tidak berdekatan dengan sumber limbah seperti tumpukan sampah atau limbah cair yang berpotensi mencemari makanan.

  • Mengolah pangan dengan benar serta memperhatikan interval waktu maksimal 4 (empat) jam sejak makanan matang hingga dikonsumsi.

  • Tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang.

  • Menjaga pangan siap saji tetap dalam kondisi higienis dan tertutup untuk menghindari kontaminasi debu, serangga, asap kendaraan, serta droplet saat berbicara, bersin, atau batuk.

  • Menggunakan wadah atau tempat pangan yang bersih, higienis, dan terbuat dari bahan tara pangan (food grade).

  • Menggunakan air bersih yang mengalir dan memenuhi syarat kesehatan saat mencuci peralatan, serta memakai detergen atau sabun.

  • Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesering mungkin.

  • Mengenakan pakaian bersih, disarankan menggunakan celemek dan masker saat berjualan.

  • Membersihkan lokasi penjualan setiap hari setelah selesai berdagang agar tetap bersih dan tidak menimbulkan bau.



Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Singosari Andri Wibowo, menegaskan bahwa aspek kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam mencegah kontaminasi pangan. “Kami tidak hanya memeriksa makanan yang dijual, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar tempat berjualan dalam kondisi bersih, bebas dari sumber pencemar, serta memiliki akses air bersih yang memadai. Edukasi ini penting agar pedagang memahami bahwa keamanan pangan dimulai dari lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Sementara itu, petugas gizi Puskesmas Singosari, Dumaria Siahaan menambahkan bahwa selain aspek keamanan, kualitas gizi takjil juga perlu diperhatikan. “Kami mengimbau agar pedagang menyediakan pilihan takjil yang tidak hanya menarik, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi. Hindari penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang serta batasi penggunaan gula dan pewarna berlebihan. Takjil yang aman dan bergizi akan membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang tetap sehat,” jelasnya.

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Singosari, Yuta Nasution turut menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas. “Kami melakukan pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) baik secara langsung maupun melalui media sosial dan leaflet kepada pedagang serta pembeli takjil. Harapannya, tidak hanya pedagang yang peduli terhadap keamanan pangan, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen lebih selektif dalam memilih takjil yang bersih, aman, dan sehat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan ini, Puskesmas Singosari berharap para pedagang takjil semakin memahami pentingnya keamanan dan mutu pangan serta berkomitmen menyediakan makanan yang aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat Kota Pematangsiantar selama bulan suci Ramadhan. (*UTA)



Komentar

Tuliskan Komentar Anda!